Featured

SELAMAT DATANG DI BLOG YANG SEDERHANA INI.
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

0 Fakta yang perlu diketahui sebelum membeli kamera DSLR

Tak dapat dipungkiri, kemajuan dunia fotografi belakangan ini begitu pesat semenjak semakin terjangkaunya harga kamera DSLR, bahkan beberapa produk DSLR kelas pemula ada yang mencapai kisaran harga lima jutaan. Dengan membeli kamera DSLR, seseorang akan mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang fotografi, sekaligus  mendapat jaminan akan foto-foto yang berkualitas dan terhindar dari kekecewaan saat memotret memakai ISO tinggi. Ditambah lagi kini harga kamera DSLR bekas sudah semakin murah dan bahkan bisa menyamai harga kamera saku keluaran baru, sehingga makin banyak saja orang awam yang memutuskan untuk membeli kamera DSLR untuk pertama kalinya.
Salah satu DSLR untuk pemula
Salah satu DSLR untuk pemula
Namun kamera DSLR bagaimanapun juga adalah kamera yang ditujukan untuk penggunaan tingkat lanjut dan ada beberapa aspek yang berbeda dengan kamera biasa baik dari segi pemakaian maupun perawatannya. Inilah beberapa fakta yang perlu anda ketahui sebelum memutuskan untuk membeli kamera DSLR  :
Membeli DSLR adalah membeli sebuah sistem
Saat begitu banyak pilihan merk di pasaran, faktanya DSLR adalah sebuah sistem fotografi yang umumnya memerlukan beberapa perangkat dengan merk yang sama, yaitu bodi kamera, lensa, lampu kilat dan asesori. Faktanya pula, harga lensa bisa jauh lebih mahal daripada kamera, sehingga saat memutuskan akan membeli kamera DSLR camkan bahwa kamera yang akan dibeli ini adalah sebuah awal dari perburuan panjang akan sebuah sistem fotografi yang menyeluruh.
DSLR punya banyak pilihan lensa
Adalah wajar saat banyak pemilik DSLR pemula (yang umumnya memakai lensa kit) bertanya lensa apa lagi yang sebaiknya dia beli. Namun faktanya kebutuhan lensa itu berbeda-beda tergantung kebutuhan fotografi dan kondisi keuangan seseorang. Mulailah dengan mengenali jenis-jenis lensa yang biasa dipakai para fotografer, termasuk kisaran harganya. Seperangkat sistem fotografi yang lengkap memerlukan minimal sebuah lensa wide, normal dan tele. Bagi yang ingin praktis bisa memiliki lensa zoom yang mampu men-cover rentang yang lebar, seperti lensa zoom 18-200mm. Perlu diketahui pula, ketajaman lensa zoom masih kalah dibanding dengan lensa fix. Mana yang anda pilih, kenali dulu kebutuhan fotografi anda.
DSLR memakai cermin dan jendela bidik optik
Cermin pada DSLR
Cermin pada DSLR
Ciri utama DSLR (selain lensanya yang bisa dilepas) adalah adanya cermin yang bisa turun naik. Saat posisi cermin turun, gambar dari lensa akan dipantulkan ke arah jendela bidik optik sehingga kita bisa melihat bidang gambar yang masuk melalui lensa. Saat gambar diambil, cermin akan terangkat sesaat memungkinkan cahaya memasuki sensor (dan jendela bidik akan gelap sesaat). Meski DSLR modern kini mulai menawarkan live view, namun umumnya kamera DSLR mengandalkan jendela bidik sebagai satu-satunya cara untuk melihat foto yang akan diambil. Saat pemakai kamera saku sudah terlanjur terbiasa melihat gambar yang akan diambil melalui layar LCD, mungkin pada awalnya akan merasa aneh saat pertama beralih ke DSLR kerena harus mengintip lubang kecil yang bernama jendela bidik optik.
DSLR memiliki sensor yang besar dan ada crop factor
Perbandingan sensor (Wikipedia)
Perbandingan ukuran sensor (Wikipedia)
Rahasia di balik kualitas gambar kamera DSLR terletak pada sensornya yang berukuran lebih besar dari kamera saku. Perhatikan kalau faktanya ukuran sensor pada DSLR itu beragam, ada yang disebut ukuran full-frame (36 x 24mm), ada yg berukuran 29 x 19mm (APS-H), ada yang berukuran 24 x 16mm (APS-C), dan yang terkecil ada yang berukuran 18 x 13.5mm (four thirds). Perbedaan ukuran ini tampak membingungkan, ditambah lagi adanya konsekuensi dari ukuran sensor yang berdampak pada adanya crop-factor pada lensa yang dipakai. Maksudnya, panjang fokal lensa yang dipakai bisa memberikan fokal efektif yang berbeda-beda tergantung jenis sensornya. Singkatnya, sensor full frame tidak mengalami crop factor, sensor APS-H punya 1.3x, APS-C 1.5x (Nikon, Pentax) atau 1.6x (Canon) dan Four Thirds 2x.
DSLR juga memiliki pilihan resolusi/megapiksel
Kemampuan kamera digital dalam menangkap gambar ditentukan dari resolusi yang dibentuk oleh sejumlah titik atau piksel pada sensor, jadi entah itu kamera ponsel atau kamera DSLR memang faktanya punya resolusi yang  dinyatakan dalam satuan mega piksel. Apabila anda masih percaya kalau mega piksel yang lebih besar adalah lebih baik, coba pikirkan kembali. Sebuah DSLR dengan 6 MP memang punya resolusi yang kalah tinggi bila dibanding kamera saku modern yang punya resolusi 14 MP. Tapi soal kualitas hasil foto, ceritanya jadi berbeda. Faktanya, DSLR dengan 6 atau 10 MP sudah amat baik bahkan untuk keperluan fotografi profesional sekalipun dan pilihan DSLR dengan resolusi lebih tinggi (12, 14 hingga 24 MP) lebih ditujukan bagi mereka yang sering melakukan cropping gambar.
DSLR memiliki ‘jeroan’ yang rumit dan presisi
Modul light meter
Modul light meter
Ibarat sebuah mesin, kamera DSLR memiliki banyak komponen di dalamnya. Salah satu komponen utama dalam kamera adalah modul auto fokus. Kelas dan harga sebuah kamera DSLR salah satunya ditentukan dari jenis modul AF dan jumlah titik AFnya. Modul AF pada DSLR bekerja berdasar phase-detect sehingga akurasi dan kecepatannya jauh mengalahkan sistem AF pada kamera biasa. Belum lagi terdapat beberapa titik AF yang bisa dipilih secara manual atau auto sehingga menghindarkan kita dari kesalahan pemilihan fokus. Selain modul AF, modul lain yang tak kalah pentingnya adalah alat ukur cahaya atau light meter, yang bertugas mengukur dan menganalisa pencahayaan yang masuk melalui lensa dan menentukan berapa eksposure yang tepat. Kesalahan pengukuran cahaya menyebabkan foto jadi terlalu terang atau terlalu gelap. DSLR kelas atas memiliki modul metering yang lebih presisi dengan banyak titik sensor sehingga amat jarang tertipu (oleh cahaya), sementara DSLR ekonomis punya modul metering yang lebih sederhana. Bandingkan dengan kamera saku yang tidak memiliki modul khusus seperti ini, dia hanya mengandalkan algoritma prosesor kamera untuk mencari fokus dan mengukur eksposure secara otomatis.
DSLR bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan
Senang modifikasi mobil atau motor? Kalau begitu kira-kira DSLR pun hampir sama. Bila anda perlu focusing screen khusus, tinggal ganti. Kalau perlu magnifier eyecup, tinggal pasang. Kalau mau menambah daya baterai, pasang vertical / battery grip. Mungkin suatu saat nanti DSLR pun bisa gonta-ganti casing layaknya ponsel :)
DSLR punya kinerja tinggi dan buffer besar
Faktanya kinerja DSLR itu cepat. Auto fokus cepat, shutter lag yang cepat, memproses file JPEG cepat hingga menulis file ke memori juga cepat. Dibutuhkan prosesor kelas berat dan ruang simpan sementara (buffer) yang besar untuk mendukung semua proses ini. Apalagi dengan adanya fasilitas pemotretan sekaligus (continuous shooting) yang bisa mengambil hingga 5 gambar per detik, tentu ukuran buffer akan mempengaruhi kinerja keseluruhan. Untungnya kamera DSLR modern sudah memiliki memori buffer yang besar sehingga anda bisa memotret banyak gambar sekaligus tanpa masalah.
DSLR juga perlu lampu kilat
Dengan kemampuan ISO tinggi yang relatif bersih dari noise dan didukung oleh lensa bukaan besar, tampaknya seakan-akan kamera DSLR tidak terlalu perlu lampu kilat. Padahal faktanya, cahaya adalah faktor penting dalam fotografi, dan saat cahaya mulai tidak mencukupi, sumber cahaya tambahan paling mudah didapat adalah dari lampu kilat. Saat lampu kilat internal punya banyak keterbatasan, adanya flash hot shoe pada DSLR bisa dimanfaatkan dengan memasang  lampu kilat eksternal. Beberapa DSLR bahkan memiliki fitur wireless-flash untuk kreatifitas ekstra seperti untuk foto makro. Untuk pencahayaan yang lebih lembut bisa menambah diffuser pada lampu kilat. Untuk menghindari cahaya langsung ke objek foto, lampu kilat bisa diarahkan atau dipantulkan ke langit-langit (bouncing).
DSLR sensitif terhadap debu, perlu perawatan ekstra
Ingat kalau lensa pada DSLR bisa dilepas. Resiko dari melepas lensa adalah adanya resiko masuknya debu ke dalam kamera, yang artinya debu itu bisa jadi menempel di sensor. Faktanya debu yang melekat ini akan nampak di hasil foto, apalagi bila memakai bukaan diafragma kecil. Untuk menghilangkan debu, gunakan peniup debu khusus yang dijual di toko kamera. DSLR modern sudah dilengkapi dengan sistem anti-debu, meski menurut saya tetap lebih efektif memakai peniup debu khusus. Perhatikan kalau debu juga bisa menempel di cermin, dan debu pada cermin ini meski tampak di jendela bidik tetapi tidak mengganggu hasil foto nantinya. Untuk mengenali kiat-kiat membersihkan kamera bisa baca di sini.
DSLR punya usia shutter tertentu
Shutter unit
Shutter unit
Satu lagi fakta yang kurang mengenakkan. Setiap jepretan pada kamera DSLR akan tercatat, dinyatakan dalam istilah shutter count. Betul kalau tiap kamera punya shutter yang suatu ketika akan rusak, namun pada DSLR sudah ada estimasi dan pengetesan pabrik akan berapa ‘harapan hidup’ dari shutter unit sebelum akhirnya menjadi rusak atau bermasalah. DSLR ekonomis telah teruji hingga 50 ribu kali jepret, dan DSLR kelas atas sanggup lolos uji hingga diatas 100 ribu kali jepret tanpa masalah. Jadi belajar fotografi memakai DSLR di satu sisi amat tepat karena kameranya memang mendukung untuk belajar, tapi di sisi lain juga jangan sampai terlalu lama belajar, bisa-bisa saat anda sudah mahir justru shutter unitnya akhirnya rusak. Penggantian shutter unit bisa dilakukan oleh agen resmi dengan biaya sekitar satu juta.
Itulah beberapa fakta seputar kamera DSLR. Bila dirasa pilihan memiliki DSLR ternyata tidak semudah yang anda bayangkan, mungkin kamera kelas prosumer bisa jadi pilihan lain yang lebih menarik. Namun bila anda sudah siap akan segala konsekuensinya, menikmati fotografi dengan kamera DSLR tentu akan menjadi suatu kepuasan tersendiri.
Bagi pembaca yang ingin berdiskusi atau menambahkan/melengkapi tulisan ini, silahkan mengisi kolom komentar di bawah.

sumber: http://gaptek28.wordpress.com/2009/01/31/sebelum-membeli-dslr/
Read more

0 Nikon D3000, penerus D40/D60 dengan 11 titik AF

Jika anda menyangka kalau penerus DSLR Nikon D40/D60 adalah Nikon D5000, tampaknya sangkaan anda perlu direvisi. Apa pasal? Karena seperti yang gencar dirumorkan, Nikon akhirnya resmi meluncurkan Nikon D3000, DSLR entry level penerus D40/D60 yang masih tetap bertahan di resolusi 10 MP dari keping sensor CCD (bukan CMOS seperti pada D5000).  Tampil dengan bodi yang mirip dengan D5000, kamera yang akan dijual di kisaran harga 6 jutaan ini masih dipasangkan dengan lensa kit yang sama yaitu AF-S 18-55mm VR.
Nikon D3000 (credit : DCRP)
Nikon D3000 (credit : DCRP)
Akhirnya semua tampak jelas, Nikon telah menawarkan dua pilihan DSLR entry level yaitu D5000 dan D3000. Kebijakan ini diambil mungkin karena Nikon merasa kalau harga D5000 masih terlalu mahal, atau karena ada saja orang yang tidak perlu fitur movie. Ya, salah satu hal yang membedakan D3000 ini dibanding saudaranya D5000 adalah absennya fitur movie, yang artinya juga absennya LCD lipat, dan (sayangnya) absennya pula fitur live-view. Untungnya, D3000 ini masih memakai modul AF yang sama dengan D5000 yaitu dengan 11 titik AF (sempat dirumorkan akan memakai 7 titik) sehingga D3000 ini juah lebih fleksibel dalam hal AF dibanding kompetitor (semisal EOS 1000D atau Pentax K-m).
Nikon D3000 ini boleh dibilang seperti D60 yang ditanamkan ke bodi D5000, dengan mengganti modul AF dan layar LCD. Baik D3000 maupun D60 keduanya masih berbagi sensor yang sama, kinerja burst yang sama (3 fps), ISO yang sama (ISO 100-1600), flash sync yang sama (1/200 detik) bahkan viewfinder yang sama.  Kabarnya, shutter D3000 ini lolos uji jepret hingga 100.000 kali., yang mana sekitar dua kali usia hidup D60. Sayangnya, D3000 juga mewarisi kekonyolan pada D40/60 yang tidak menyediakan fitur bracketing. Adapun beberapa hal yang berbeda (disempurnakan) antara D3000 dengan D40/60 :
  • 11 titik AF (sebelumnya 3 titik AF)
  • 3D AF tracking (sebelumnya fitur ini tidak ada di D40/60)
  • LCD 3 inci (sebelumnya 2.5 inci)
  • tampilan menu (guide mode dan guide menu)
Jadi bila anda awalnya berencana membeli Nikon D60, pertimbangkan untuk menunggu kehadiran D3000 yang lebih superior dalam kinerja AF dan punya layar LCD yang lebih lega, meski dalam hal lainnya relatif sama.
Bagi yang sudah berencana membeli Nikon D5000, pertimbangkan apakah anda perlu trio fitur ini : HD movie – LCD lipat – live view. Bila jawabannya adalah ya, maka tentu D5000 adalah pilihan mutlak. Namun bila tidak, dengan dana yang lebih murah (selisih 2 jutaan) anda bisa menunggu D3000 ini yang berdesain sama dan memakai modul AF yang sama (11 titik AF, plus 3D AF tracking). Namun tentu saja D5000 yang tergolong DSLR kelas upper entry-level ini punya keunggulan dibanding adik barunya ini, seperti  :
  • sensor CMOS 12 MP (persis sama seperti D90)
  • rentang ISO 200-3200
  • kinerja burst 4 fps (pada D3000 hanya 3 fps)
  • sudah disebut di atas : HD movie – LCD lipat – live view
  • lima pilihan mode Active D lighting (pada D3000 hanya ADL on/off saja)
  • koreksi CA secara otomatis
  • in-camera retouch yang lengkap
So memang bila dana mencukupi, memilih D5000 (sekitar 8 jutaan) tampaknya masih lebih worthed. Tapi sejujurnya, D3000 pun sudah sangat baik untuk pemula, terutama dengan kinerja AF nya (apalagi bila dipasang lensa yang kelas mahal). D3000 sudah memakai Picture Control yang sama dengan DSLR Nikon lainnya, menjamin konsistensi dalam kualitas tone, saturasi, kontras dan sharpness.
Baik D3000, D5000 maupun si lawas D60, ketiganya sama-sama termasuk DSLR Nikon kelas pemula yang memiliki kesamaan ciri seperti berikut ini :
  • tanpa motor AF di bodi
  • memakai viewfinder cermin (bukan prisma)
  • modul metering 420 segmen
  • Expeed engine 12 bit
So, apakah D3000 ini layak menjadi jawara DSLR kelas murah meriah? Dalam beberapa aspek ya, namun ingat kalau EOS 1000D sebagai pesaing dekat sudah dilengkapi live-view, plus motor AF di bodi. Apalagi ada kemungkinan Canon akan membuat penerus EOS 1000D yang mungkin akan lebih superior dalam hal kinerja AF. Keputusan Nikon menghilangkan LCD lipat di D3000 ini juga agak disayangkan, padahal Olympus E-620 punya LCD lipat putar yang impressive, dengan harga yang tak jauh berbeda.
Note :
Pada saat bersamaan, Nikon juga menyempurnakan produk lamanya :
  • DSLR semi-pro D300 disempurnakan jadi D300s dengan HD movie
  • lensa AF-S 18-200mm VR disempurnakan tanpa zoom-creep
  • lensa AF-S 70-200mm VR disempurnakan memakai VR II
sumber: http://gaptek28.wordpress.com/2009/07/30/nikon-d3000-penerus-d40d60-dengan-11-titik-af/
Read more

0 Canon 500D vs Nikon D5000

Tahun 2009 ini ternyata adalah tahun perang mode video pada digital SLR. Bermula pada akhir tahun lalu dengan peluncuran Canon 5D mark II dan Nikon D90, tahun ini kemampuan merekam video ini ternyata diturunkan ke kamera kamera untuk pemula yaitu Canon 500D dan Nikon D5000. Hal ini tentunya sangat menguntungkan buat pencinta fotografi, karena bisa mengeksplorasi media video selain fotografi biasa. Selain itu, fitur kamera semakin berkembang seperti setting ISO yang lebih tinggi dan bersih dari noise, resolusi gambar, dan lain-lain.
Di lain pihak, peluncuran kamera pemula seperti Canon 500D dan Nikon D5000 hampir disaat yang bersamaan tentu membuat bingung pemirsa, selain namanya sama-sama mengunakan angka 5, 0 dan huruf D, sama-sama memiliki kemampuan merekam video, dan punya harga jual yang hampir sama. Lalu kamera manakah yang paling cocok?

Top view : Nikon D5000 dan EOS 500D (credit : radiantlite)
Top view : Nikon D5000 dan EOS 500D (credit : radiantlite)
Nah, kita coba analisis dari perbandingan spesifikasi kunci terlebih dahulu:
Kelebihan Canon 500D
  • Viewfinder sedikit lebih besar (0.87x dibanding to 0.78x)
  • 15 megapixels  (dibanding 12 megapixel)
  • ISO sampai 12800
  • Proses gambar 14 bit (dibanding 12 bit)
  • Ada vertikal grip (beli terpisah)
  • Layar lebih besar 3 inci (dibanding 2.7 inci)
  • Resolusi layar lebih tinggi (920.000 piksel dibanding 230.000 piksel)
  • Waktu rekam 18 menit atau 4GB (dibanding 5 menit)
  • Mampu merekam HD full 1080p, meskipun sedikit putus-putus karena hanya 20 fps.
  • Kompatibel ke semua jenis lensa Canon EOS baik EF-S atau EF sedangkan Nikon D5000 hanya kompatibel dengan lensa Nikon AF-S dan Sigma HSM
Sedangkan kelebihan Nikon D5000
  • Layar LCD yang bisa diputar 360 derajat
  • Memotret lebih cepat 4 gambar per detik (dibanding 3.4 per detik)
  • Memiliki 11 titik fokus (dibanding 9 titik fokus)
  • Memiliki bodi lebih tinggi sehingga pegangan lebih mantap
  • Memiliki pilihan 19 scenes yang biasanya terdapat pada kamera kompak
Analisa secara praktis berdasarkan pengamatan dan pengalaman
Resolusi gambar Canon yang mencapai lebih tinggi 3 megapiksel tidak berarti bahwa gambar yang dihasilkan akan lebih baik, malahan  sama saja dengan kamera 10 megapiksel dan menghabiskan media penyimpanan. Tapi kadangkala resolusi besar bisa membantu bila Anda suka meng-krop foto. Misalnya ketika foto olahraga dimana Anda tidak ada waktu untuk mengkomposisi foto secara artistik.
ISO 12800 juga tidak berarti bahwa gambar akan baik. Biasanya kamera dengan sensor krop / kecil, ISO 3200 adalah batasan gambar yang layak. Lebih dari angka itu, gambar terlalu banyak noise sehingga menjadi tidak tajam dan kehilangan banyak detil.
Perbedaan jumlah titik fokus pun tidak signifikan karena penyebaran titik auto fokus antara kedua kamera hampir sama.
Lalu apa yang signifikan yang membedakan kedua kamera tersebut?
Fitur-fitur yang berkaitan dengan Video mode lah jawabannya.
Nikon D5000 memiliki layar yang bisa diputar, ini memudahkan untuk merekam video atau menggambil gambar di sudut-sudut sulit, misalnya diatas kepala atau dibawah kaki. layar semacam ini juga membantu dalam merekam video diri sendiri. Namun sedikit disayangkan bahwa dalam Nikon D5000 ini layar turun kebawah daripada kesamping seperti kamera Olympus E-620 atau kamera superzoom lainnya, akibatnya ketika mengunakan tripod, layarnya terhalangi oleh kaki kaki tripod.
Di lain pihak, layar Canon 500D sedikit lebih besar dan jauh lebih jelas dan tajam. Hal ini penting buat mengecek apakah foto yang diambil benar-benar fokusnya sudah pas atau belum. Ini penting terutama yang suka foto dengan lensa bukaan besar seperti f/1.8 atau f/1.4.
Selain itu, kamera Canon 500D bisa merekam video sampai 18 menit berturut-turut, sedangkan Nikon hanya 5 menit. Untuk sebagian orang, mungkin 5 menit saja sudah cukup, tapi saya pikir 5 menit terlalu pendek. Untuk video Youtube misalnya, 10 menit adalah standar.
Canon 500D juga bisa merekam full HD tapi hanya 20fps. Video akan terlihat kurang mulus. Jadi ini bukan keunggulan signifikan dibanding Nikon D5000.
Hal lain yang menarik untuk disinggung adalah scenes mode pada Nikon D5000 lebih banyak daripada Canon 500D, ini menggambarkan bahwa Nikon D5000 didesain untuk memuluskan transisi dari penguna kamera digital kompak ke sistem DSLR yang semakin terjangkau.
Lalu kamera mana yang terbaik?
Kalau dilihat dari spesifikasi semata, secara keseluruhan Canon 500D memiliki banyak keunggulan baik secara teknis dan kompatibitas.
Tapi kalau secara orang per-orang, tentunya berbeda-beda jawabannya.
Contoh, Bila Anda lebih suka mengunakan live view seperti kamera kompak, maka Nikon D5000 lebih menarik karena layarnya bisa diputar, dan live viewnya juga memiliki Auto focus yang bisa mengikuti objek (belum diketahui keefektifannya).
Sedangkan untuk pengguna DSLR yang lebih berpengalaman dan lebih suka mengunakan viewfinder untuk mengkomposisi gambar, maka Canon 500D lebih baik, karena viewfindernya lebih besar.
Lalu juga perlu diperhatikan kompatibilitas lensa. Nikon D5000 hanya mendukung lensa-lensa Nikon yang berkode AF-S. Meskipun banyak lensa baru yang memiliki AF-S, tapi banyak juga lensa legendaris Nikon yang tidak memiliki hal tersebut seperti lensa-lensa prime/non-zoom seperti 50mm f/1.8 yang harganya relatif murah tapi berkinerja tinggi dibanding lensa-lensa Nikon lainnya. Meski Anda tetap bisa mengunakan lensa tersebut, tapi Anda terpaksa mengunakan manual fokus.
Bagi pengguna yang telah memiliki lensa-lensa merek tertentu, maka sebaiknya mempertimbangkan untuk tetap membeli kamera yang sama mereknya, karena menurut saya, perbedaan antara kedua kamera tidak begitu signifikan.
Selain hal teknis, hal-hal emosional atau lainnya juga berpengaruh. Contoh, pengangan (grip) Nikon terasa lebih nyaman di tangan, atau letak tombol-tombol dan desain Canon terasa lebih pas dihati.
Kesimpulan
Bagi pengguna kompak yang ingin bertransisi ke DSLR, maka Nikon D5000 mungkin bisa lebih menjembatani dibandingkan Canon 500D. Di lain pihak, bila Anda cukup berpengalaman dalam DSLR, dan ingin mencoba-coba merekam video, Canon 500D mungkin lebih cocok.
Yang pasti kedua kamera ini ditujukan ke pemula dan dua-duanya memberikan nilai nilai tambah yang cukup baik dibanding dengan kamera-kamera di tahun sebelumnya.
Semoga informasi ini membantu, salam.

sumber: http://gaptek28.wordpress.com/2009/04/18/canon-500d-vs-nikon-d5000/
Read more

0 Nikon D5000 : kebangkitan Nikon di kelas DSLR pemula

Menyusul jejak Canon yang meluncurkan EOS 500D pada bulan lalu, hari ini Nikon (seperti yang sudah dirumorkan) meluncurkan DSLR entry level baru bernama D5000. Produk anyar ini merupakan penerus dari D60 yang mengikuti tren DSLR modern yaitu menyertakan fitur HD movie 720p – 24 fps dan tentunya live view. Namun demikian bukan hanya penambahan fitur movie ini saja yang membuat D5000 ini demikian spesial, tapi karena Nikon telah memberi banyak peningkatan fitur dan spesifikasi dari D60 ke D5000, dengan banderol harga yang masih bisa dibilang terjangkau untuk ukuran kamera DSLR pemula yaitu sekitar 8 jutaan.
Nikon D5000
Nikon D5000
Di jajaran kamera Nikon DX, saat ini line-up yang disusun oleh Nikon meliputi tiga kelompok, yaitu kelas semi-pro (diisi oleh D300-yang dirumorkan akan segera digantikan oleh D400), kelas menengah (diisi oleh D90-plus movie mode) dan kelas pemula (yang baru saja diisi oleh D5000, sebelumnya D60). Uniknya, D5000 ini hadir setelah kehadiran D90 di tahun 2008 silam, dan D90 juga hadir setahun setelah kehadiran D300 di tahun 2007. saat D90 diluncurkan, banyak anggapan kalau Nikon melakukan kesalahan dengan membuat produk yang akan ‘mematikan’ penjualan D300 karena banyaknya kesamaan fitur. Namun anggapan itu lambat laun sirna karena segmentasi market keduanya berbeda. Kini Nikon kembali melakukan hal serupa saat meluncurkan D5000 karena dia hadir dengan banyak membawa banyak kesamaan dengan D90 pada spesifikasinya, sehingga dikuatirkan penjualan D90 akan terganggu oleh hadirnya D5000 ini.
Nikon D5000 : Vari-angle LCD
Nikon D5000 : Vari-angle LCD
Bagaimana tidak, Nikon D5000 ini merupakan DSLR entry level yang sarat fitur dan tidak ubahnya seperti melihat spesifikasi dari D90 yang dijual beberapa juta rupiah lebih mahal. Hanya saja secara silsilah, D5000 ini masih masuk DSLR kelas pemula menggantikan D60 dengan desain bodi yang hampir sama namun lebih terlihat gemuk.
Kita simak saja headline news dari Nikon D5000 :
  • Sensor : format DX dengan crop factor 1,5 x, memakai sensor baru CMOS resolusi 12 MP (D60 memakai CCD 10 MP) yang sama persis dengan yang dipakai di D90. Maka itu kinerja ISO keduanya (D5000 dan D90) pun sama dengan rentang 200 hingga 3200  plus Lo-1 dan Hi-1. Pun pada sensor ini telah dilengkapi sistem anti debu.
  • Engine : memakai Expeed engine 12 bit ADC plus active D-lighting dan koreksi otomatis untuk lateral chromatic aberrations layaknya pada D90. Tersedia juga setting Picture Control (Standard, Vivid, Neutral, Monochrome, Portrait dan Landscape) serta soft filter.
  • Shutter : memakai shutter unit yang teruji hingga 100.000 kali (atau dua kali lipat dari shutter unit D40/60) dan nilai shutter count D5000 ini persis sama seperti pada D90. Hanya saja D90 mampu menjepret hingga 4,5 fps, sementara D5000 ini sedikit lebih lambat dengan 4 fps (namun masih jauh lebih baik daripada D60 dengan 3 fps).
  • Modul AF : Multi CAM-1000 dengan 11 titik AF (ya, sebelas) dengan satu center cross point AF (di D40/D60 hanya 3 titik AF). Terdapat mode 3D AF tracking untuk objek foto yang selalu bergerak, sama seperti yang terdapat pada D90. Tersedia juga contrast detect AF bila memakai live view.
  • D-movie : merekam video HD beresolusi 1280 x 720 piksel hingga maksimum 5 menit  dengan frame rate 24 fps, AVI/M-JPEG, audio mono. layaknya D90, D5000 ini tidak bisa auto fokus saat merekam video, sehingga pemakailah yang harus mengatur manual fokus pada lensa.
  • Layar Vari-angle LCD : pertama dalam sejarah DSLR Nikon, layar LCD berukuran 2,7 inci yang bisa dilipat dan diputar. Dengan demikian, memotret memakai mode live view ataupun merekam video bisa lebih mudah dan nyaman, meski dalam sudut yang sulit.
  • Bonus lain : HDMI port dan sudah mendukung GPS eksternal untuk geotagging.
Adapun hal-hal yang masih sama (atau mengalami sedikit peningkatan / penurunan) dari sang pendahulu (Nikon D60) diantaranya :
  • Desain bodi : kecil, ringan, berbahan plastik, dengan ukuran 127 x 104 x 80 mm dan 55 gram lebih berat dari D60.
  • Tanpa motor fokus di bodi : ya, layaknya D40/D60, lensa yang bisa autofokus pada D5000 ini hanyalah lensa dengan motor AF seperti Nikon AF-S atau Sigma HSM.
  • Memakai lensa kit yang sama seperti D60 : AF-S 18-55mm VR (pada D90 lensa kitnya AF-S 18-105mm VR).
  • Modul light meter : 420-segment RGB, masih sama seperti D60 dan bahkan D90 sekalipun (untuk modul kelas atas dengan 1005-segment RGB hanya ada di D300, D700 dan D3).
  • Memakai viewfinder cermin (0,78 x, 95% coverage) yang tidak seterang viewfinder jenis prisma seperti yang terdapat di D90.
  • Tanpa top status LCD dan hanya satu dial-wheel di dekat jempol (di D90 ada dua dial-wheel).
  • Flash internal dengan GN 12 dan mampu sync hingga 1/200 detik (masih unggul D40 dengan 1/500 detik) dan kini D5000 mendukung fitur bracketing.
D5000 : tampak atas
D5000 : tampak atas
Tak dapat dipungkiri, dengan meluncurkan D5000, Nikon seakan ingin ingkin menguasai kembali pasar DSLR entry level yang telah direbut oleh Canon (melalui EOS 1000D dan EOS 450D) dengan membuat produk dengan spesifikasi tinggi namun harga terjangkau. Setelah ini, akan banyak muncul kebingungan diantara calon pembeli DSLR Nikon yang tadinya sudah siap untuk mengambil entah D60 atau D90 atau bahkan DSLR merk lain. Sebagai informasi di awal, biasanya Nikon perlu waktu 3 bulan sejak pengumuman produk baru hingga tersedia di pasar. Bila anda perlu membeli DSLR saat ini juga, tentu D5000 ini belum bisa masuk ke dalam daftar nominasi kamera yang akan anda beli. Namun bila anda cukup bersabar sambil menabung, nantinya anda bisa memilih antara D60, D5000 atau D90 tergantung kebutuhan fotografi anda.
Skenario 1 : pilih D60 atau D5000?
  • D60 saya yakin nanti harganya akan turun (saat ini harga D60 terlalu tinggi di kisaran 7 juta) dan bila dana terbatas tentu D60 adalah pilihan yang lebih rasional
  • D60 sudah amat baik untuk kebutuhan fotografi dasar (10 MP, 3 fps, 3 titik AF) dan sudah memiliki fitur Active D-lighting serta fitur anti debu pada sensornya
  • D5000 lebih unggul dalam mode movie, live-view dan layar LCD bila anda merasa perlu
  • D5000 jelas menang telak dalam usia shutter, 11 titik AF dan 4 fps burst, itu yang paling penting menurut saya
Skenario 2 : pilih D90 atau D5000?
  • D5000 akan dijual sekitar 2 juta lebih murah daripada D90, so tergantung dana anda
  • D5000 sama-sama memakai sensor CMOS 12 MP, 11 titik AF dan 12 bit engine, so hasil foto keduanya sama saja
  • D5000 unggul di layar lipatnya, bila anda perlu
  • D90 unggul di motor fokus di bodi, bila anda punya banyak lensa Nikon lawas tentu perlu motor AF di bodi, itu yang utama menurut saya
  • D90 unggul dalam aspek lain seperti viewfinder prisma, layar LCD 3 inci resolusi 920 ribu piksel, 4,5 fps burst, wireless flash dan dukungan asesori battery grip resmi Nikon.
Skenario 3 : pilih Nikon D5000 atau Canon EOS 500D?
sumber: http://gaptek28.wordpress.com/2009/04/14/nikon-d5000/
Read more

0 TIPS MEMILIH KAMERA DSLR

Kamera Canggih DSLR Keluaran Terkini, bagi Pemula dan Profesional

Canon DSLR EOS 1D Mark V, untuk Pemula





Canon DSLR EOS 1D Mark V, untuk Pemula

Kemajuan teknologi khususnya kamera telah menghadirkan kamera yang canggih dan resolusi yang tinggi, gambar yang dihasilkan akan kelihatan sangat bagus. Nah ini dia yang terbaru bagi para pecinta fotografi, sebuah kamera DSLR terbaru dari Canon. Akhirnya Canon telah siap memasuki level lebih tinggi dengan menghadirkan kamera DSLR terbarunya. Penantian panjang ini akhirnya dengan sukses membawa kita ke hadapan kamera DSLR EOS 1D Mark V yang baru dan masih segar.
Sebagai saingan ketat kamera beresolusi 16.1 Megapixel, kamera ini pantas disandingkan dengan Nikon D3S sebagai rival terkuatnya. Selain itu kamera ini ada modus 1080p movie, 45 Selectable A point dan juga ISO mencapai 12800 (bahkan bisa mencapai 102.400).  Kamera ini menggunakan dual Digic 4 processor dan sebagai tambahan WFT-E2 IIA wireless yang mana Anda dimudahkan untuk mentransfer data menggunakan 802.11 a/b/g dan juga Ethernet. Kamera ini dirilis pada bulan Desember 2009 dengan kisaran harga berkisar 4999 USD atau sekitar 50 juta rupiah.

Mamiya DM40 40 Megapixel, Kamera Professional



Anda seorang fotografer professional yang sedang mencari kamera canggih terbaru? Tentunya Anda harus cukup teliti dalam memilih kamera model apa yang kiranya cocok dengan kebutuhan serta isi kantong Anda. Mamiya hadir dengan memperkenalkan kamera digital DM40 yang mana memang diperuntukkan bagi mereka yang sudah ahli dalam menggunakan kamera digital. Kamera DM40 ini sendiri menambah jajaran kamera canggih Mamiya yang sebelumnya juga sudah diisi oleh kamera DM33 beresolusi 33 Megapixel serta kamera DM56 dengan resolusi 56 Megapixel.
Kamera DM40 sendiri dibekali teknologi DF camera-core yang menawarkan adanya 2 pilihan pengguna untuk memilih Shutter System. Selain itu kamera ini mampu menangkap gambar dengan kecepatan 0.8 detik per frame, atau menggunakan fitur jepret 60 frame per menitnya.
Seperti halnya dengan kedua generasi pendahulunya, DM33 dan DM56, kamera DM40 dapat menggunakan 3 model lensa berukuran 55mm, 80mm dan 110mm yang didesain khusus oleh Schneider-Kreuznach dan diproduksi oleh Mamiya. Lensa tersebut dirancang sedemikian khusus untuk kamera-kamera beresolusi tinggi.
Selain itu, pihak Mamiya juga memperkenalkan Mamiya DM40 Digital Back yang mana mampu memberikan dukungannya pada Mamiya 645AFD series. Anda tertarik untuk membeli kamera ini? Mamiya DM40 DSLR ini dibandrol dengan kisaran harga sekitar 21.990 USD atau 219,9 juta rupiah (sudah dibundel dengan lensa 80mm f.2.8 D). Sedangkan kisaran harga dari Mamiya DM40 Digital Back sendiri dibandrol dengan kisaran harga sekitar 19.990 USD atau sekitar 200 juta rupiah.

Berbagai Kamera DLSR Yang Ada di Pasaran

KAMERA menjadi salah satu solusi bagi kita untuk mengabadikan sebuah momen. Nah, Anda yang memimpikan gambar sesuai aslinya, sebaiknya memilih kamera tipe digital single-lens reflex (DSLR). Secara sederhana, kamera ini memiliki keunggulan berupa gambar yang direkam sesuai dengan apa yang kita lihat. Memang, perlu sedikit repot membawanya lantaran bentuknya lumayan bongsor. Selain itu, perlu sedikit agak dalam merogoh kocek. Tapi, pemeo ada rupa ada harga jelas berlaku untuk kamera jenis ini. Salah satu pilihan yang bisa Anda pertimbangkan adalah Nikon. Perusahan asal Jepang ini terus-menerus melakukan inovasi. Produk-produknya sudah banyak beredar, dan tidak berhenti menambah produk teranyar. Sejak tiga bulan lalu, Nikon mengeluarkan beberapa kamera jenis DSLR terbaru.
Saat ini penggunaan kamera DSLR bukan hanya terbatas kalangan profesional saja. Untuk anak-anak sekolah, kalangan profesional, dan masyarakat juga dapat menggunakan kamera ini. Beberapa produk terbaru tipe DSLR Nikon antara lain Nikon D300s sehraga Rp 18 juta, Nikon D5000 seharga Rp 9,5 jutaan, dan Nikon D3000 Rp 6 jutaan. Ketiganya memang benar-benar masih berumur jagung hadir di pasar Indonesia. “Rata-rata baru sekitar dua bulanan yang lalu kami rilis.
Bisa jadi tipe ini adalah andalan Nikon untuk melawan dominasi Canon tipe 5000D. Nikon mengincar segmen fotografer pemula yang ingin lebih maju teknologinya, atau pengguna kamera saku yang sudah cukup berpengalaman. Produk ini sudah ada di pasar Tanah Air sejak April 2009..
Fitur kamera ini hampir sama dengan D90 dengan skala yang lebih kecil. Bodinya lebih imut dibanding dengan seri sebelumnya. Ukuran sensor 12,3 MP CMOS, live view, 720 p movie mode, layar 2,7 inci. Keunggulan utamanya, Nikon D5000 DSLR menggunakan layar putar (swivel live view) yang tidak terdapat pada seri sebelumnya.
Keunggulan utama produk Nikon: lensanya yang tajam. Karenanya, konsumen dapat memperoleh gambar yang maksimal. “Dari masa lalu hingga sekarang, Nikon terkenal dengan ketajaman lensanya.
Beragam pilihan
Tidak mau kalah, Sony Indonesia juga merilis produk-produk baru. Di antaranya, Sony Alpha 230, Sony Alpha 330, Sony Alpha 380. Lalu, tiga seri terbaru yang baru saja diluncurkan bulan lalu adalah Sony Alpha 500, Sony Alpha 550, dan Sony Alpha 850. Tiga produk terakhir ini masih belum ada di pasar Indonesia. Baru bulan depan mulai dijual, tapi permintaannya banyak. Sony terus melakukan inovasi teknologi pada produk-produknya. Misalnya, Sony Alpha A330 – yang dilepas di pasaran seharga Rp 6,5 juta – diproduksi untuk menggantikan seri A300.
Sony Alpha DSLR-A330 memiliki resolusi gambar yang cukup besar, yakni 10,2 MP. Kamera ini memiliki fokus otomatis yang memudahkan pengguna dalam membidik objek gambar. Di luar itu, kamera Sony A330 tidak jauh berbeda dengan tampilan kamera-kamera digital yang setingkat. Ukurannya 128 mm x 97 mm x 71,4 mm dengan berat kosong 491 gram.
Dengan ukuran seperti ini, kamera ini tidak terlalu membebani pemotret. Untuk membawanya juga tidak harus dimasukkan dalam tas, karena bisa dibawa dengan tangan.
Kamera ini mempunyai desain yang lebih modern dan lebih kecil dari pendahulunya. Meski masih mengusung sistem stabilizer pada bodi yang membuat fitur ini berfungsi pada semua lensa yang dipakai, Sony tidak menerapkan fitur movie pada seri Alpha. Fitur live view pada A330 dan A380 masih mengandalkan teknik yang sama seperti sebelumnya, yakni dengan sensor khusus terpisah yang membuatnya bekerja secara real time dan cepat. Hanya, ketiga kamera Sony baru ini bukan pekerja cepat, karena hanya mampu continuous shooting hingga 2,5 frames per second (fps).
Kamera Alpha 500 and 550 menampilkan quick AF live view. Dengan menggunakan teknologi face detection dari Sony, phase-detection AF, kamera-kamera ini mampu mendeteksi hingga delapan wajah secara cepat dan langsung fokus kepada target utama, melalui zona fokus sembilan kamera. Face detection juga mampu mengoptimalkan pengaturan, seperti eksposur, white balance, dan D-range optimizer untuk warna kulit yang natural.
Hampir seluruh pengguna DSLR mengalami kesulitan saat mengabadikan wajah tersenyum. Tapi, kamera Sony Alpha 500 dan Sony Alpha 550 bisa mengombinasikan quick AF live view dengan face.
Menghadapi persaingan ini, Canon jelas tidak mau ketinggalan. Di kelas DSLR, Canon mengandalkan satu tipe kamera, yakni Canon EOS 1000D. Tipe ini menduduki peringkat tertinggi dari seluruh penjualan kamera DSLR semua merek di Indonesia. Kamera ini termasuk best seller karena harganya murah. Harga Canon EOS 1000D ini memang terjangkau, sekitar Rp 6 jutaan. Selain itu, ia bisa dipadukan dengan semua jenis lensa EF keluaran Canon. Kualitasnya pun sangat bagus, sehingga masyarakat Indonesia banyak yang menjatuhkan pilihan pada model ini. Target penjualannya untuk tipe ini adalah sebesar 16.000 unit hingga akhir tahun ini.
Canon EOS 1000D – atau dikenal juga dengan sebutan Digital Rebel XS – adalah kamera digital SLR dengan resolusi 10,1 MP, menggunakan sensor CMOS. Bodi kamera Canon EOS 1000D terbuat dari plastik khusus yang dilapisi karet pada bagian tertentu, sedang casing bodinya terbuat dari stainless steel. Kamera ini cocok bagi para fotografer pemula. Kamera seberat 2 kg ini harganya Rp 5.995.000.
Ada beberapa keunggulan Canon EOS 1000D. Antara lain, bisa melakukan mode live-view (membidik lewat LCD), auto ISO adjust (ISO kamera akan secara otomatis menyesuaikan kondisi pengambilan gambar tanpa menggunakan flash), auto lighting optimizer (untuk mengatur cahaya atau backlight otomatis), plus bisa memadankan menu pada kamera. Kamera yang punya jangkauan shutter speed 30-1/4.000 detik ini juga dilengkapi sensor shift-shake untuk menjaga agar gambar tetap tajam dari guncangan, serta dust removal untuk menghilangkan debu yang menempel pada sensor.
Satu lagi produsen kamera DSLR yang ikut bersaing adalah Olympus. Salah satu produk andalannya adalah E-600. Salah satu keunggulan, dalam kondisi cuaca apa pun kamera Olympus tidak terganggu oleh adanya debu dan suhu udara di bawah 0 derajat Celsius. Baru-baru ini, Olympus memperkenalkan kamera DSLR model terbarunya, yaitu E-600. Kamera 12,3 MP ini dilengkapi dengan modus art filter, mask control, dan two-shot multi. “Dengan teknologi ini, warna-warna hasil foto kamera lebih natural dan sesuai dengan aslinya.
Spesifikasi lainnya, ukuran lensa kamera ini 14-42 mm f3.5/5.6 Zuiko, dan terdapat layar LCD yang berukuran 2,7 inci bermodel layar putar (swivel live view). Kamera ini juga dilengkapi dengan aneka fitur lain, seperti image stabilization, dust reduction system, dan sequential shooting 4 fps.Olympus E-600 menggunakan kartu memori eXtreme digital (XD), namun tidak menggunakan kartu memori secure digital (SD). Rencananya, kamera ini mulai digelontorkan pada bulan November 2009 dengan kisaran harga US$ 599,99 atau sekitar Rp 6 juta. Mau yang mana?

Tips Memilih Kamera DLSR

Memilih dan membeli kamera digital SLR (DSLR) merupakan hal yang gampang2 susah, apalagi untuk pemula yang berkantong pas2n seperti saya. Untuk anda yang berkantong tebal, anda tinggal memilih yang berharga mahal atau kelas high-end, karena di dunia fotografi, harga biasanya ga bo’ong, kalo mahal ya artinya emang bagus. Harganya yang bisa ngabisin jatah makan dua bulan,  membuat berpikir keras untuk memilih salah satu penawaran dari produsen yang semuanya menggiurkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan membeli kamera digital SLR (DSLR) ini. yuk kita bahas..
Sesuai Kebutuhan
Ada sangat banyak pilihan di pasaran dengan berbagai macam varian harga dan fitur. sebelum menentukan, pikirkan dulu tujuan anda membeli kamera digital SLR, fitur apa yang penting untuk anda. Anda ingin kesederhanaan sebuah kamera DSLR atau anda tipe fotografer yg ingin mengeksplorasi semua kelebihan yang ditawarkan sebuah kamera SLR.
Perhatikan Ukuran sensor CCD atau CMOS yang digunakan untuk menangkap image. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, namun umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds. Bagi sebagian orang, ukuran sensor (megapiksel) tidak terlalu penting, yang lebih penting adalah masuk kategori mana sensor2 tersebut.
Yang membedakan ketiga macam sensor tersebut adalah Crop Factor, gambar diatas menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran sensor, semakin kecil area tangkap layarnya. pada hasil image, terlihat sperti menggunakan focal length (1.5x or 1.6x lebih panjang untuk  APS-C, 2x untuk Four-Thirds). Bagi sebagian pengguna DLSR pemula, crop factor bukan merupakan hal utama, tapi perlu dipertimbangkan jika anda ingin menggunakan DSLR sebagai pengganti kamera SLR lama anda, dan jika anda sudah memiliki koleksi lensa yang mahal2, ada baiknya anda mempertimbangkan untuk membeli DSLR Fullframe, karena jika tidak, gambar yg dihasilkan akan berbeda dengan SLR biasa.
Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera digital SLR atau DSLR adalah antishake systems. karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yg tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini
Hal berikutnya yg harus diperhatikan dalam membeli kamera digital SLR atau DSLR adalah kecepatan. baik kecepatan fokus ataupun kecepatan memotret. kamera DSLR entry level pun memiliki kecepatan yg lebih baik daripada kamera saku high-end. Semakin mahal semakin meningkat pula kecepatannya. hal ini diperlukan apabila anda sering memotret objek bergerak misal mobil yg sedang melaju atau burung yang sedang terbang. Yang tidak kalah penting adalah ukuran dan berat body kamera, anda yg terbiasa dengan kamera saku tentu akan kagok atau sedikit kesulitan jika langsung menggunakan DSLR Nikon D3 misalnya. sebaiknya dimulai dari yg berukuran compact semacam Nikon D60 atau Canon EOS 400D

sumber: http://mrceko.wordpress.com/2010/05/16/tips-memilih-kamera-dslr
Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© K4ng Thowil | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger
back to top