Featured

SELAMAT DATANG DI BLOG YANG SEDERHANA INI.

0 PERANAN WANITA DALAM RUMAH TANGGA

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ para Ulamaul Alimin. Para bapak kyai yang kami mulyakan. Para ibu muslimat yang kami hormati dan juga mbak-mbak fatayat yang kami hormati.
Alhamdulillah pada saat ini kita sekalian telah ditakdirkan oleh Allah untuk bertemu, berpadu dan bersatu dengan para ibu muslimat dan mbak-mbbak fatayat di suatu majelis yang penuh barokah ini. Dan untuk menyesuaikan pertemuan inipun  yang akan kami bicarakan tentang Peranan Wanita dalam Rumah Tangga.
Para ibu-ibu dan para sahabati yang kami sayangi!
Hidup ditengah-tengah masyarakat dewasa ini, manusia tidak cukup berbekal kekuatan tenaga dan senjata, seperti halnya hidup ditengah hutan belantara yang dihuni oleh para binatang buas. Namun dengan berbekal ilmu yang bermanfaat itulah yang diperlukan dewasa ini, baik laki-laki maupun perempuan. Disebutkan dalam hadits:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ. (رواه ابن عبد البار)
Artinya:
Bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi tiap-tiap orang islam laki-laki dan perempuan. (H.R. Ibnu Abdil Bar)
Para ibu dan mbak-mbak fatayat yang kami sayangi!
 Dengan adanya hadits tersebut kita sudah jelas bahwa yang wajib mencari ilmu itu bukan hanya orang laki-laki saja tapi kaum wanitapun tidak boleh ketinggalan harus mencari ilmu.
Apalagi di dalam urusan rumah tangga, peranan wanita sangat diharapkan di dalam bergotong royong membantu suami menggembirakan suami dan menjaga harta suami apabila suami tidak dirumah. Rosulullah bersabda:
خَيْرُ النِّسَاءِ اِمْرَأَةٌ إِذَا نَظَرْتَ اِلَيْهَا سَرَّتْكَ وَإِذَا أَمَرْتَ اَطَاعَتْكَ وَإِنْ غِبْتَ عَنْهَا حَفَظَتْكَ فِى مَالِكِ وَنَفْسِهَا. (رواه ابن عباس)
Artinya:
Sebaik-baik wanita yaitu seorang istri yang apabila engkau melihatnya is selalu menyenangkanmu. Dan apabila engkau perintah ia taat kepadamu dan apabila engkau tinggal pergi ia menjaga hartamu dan dirinya. (H.R. Ibnu ‘Abbas)
Para ibu-ibu dan para sahabati yang kami sayangi!
Disamping tugas-tugas di dalam rumah yang harus kita laksanakan kita masih diharapkan pengabdian kita terhadap masyarakat, bangsa dan negara. Jadi kita harus bisa menunjukkan pengabdian kita untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa dan negara. Rosulullah bersabda:
اَلْمَرْأَةُ عِمَادُ الْبِلاَدِ، إِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ الْبِلاَدِ وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ الْبِلاَدِ. (رواه الديلمى)

Artinya:
Kaum wanita itu tiang negara, manakala wanita itu baik maka negarapun baik dan manakala wanita itu rusak maka negarapun jadi rusak. (H.R. Addaelami)
Para ibu dan sahabati fatayat yang berbahagia!
Untuk menjaga nama baik negara kaum wanita harus menampakkan budi pekerti yang baik, jangan sampai kita menampakkan budi pekerti yang jelek yang mengakibatkan hancurnya nama baik bangsa dan negara. Insya Allah dengan demikian bangsa dan negara kita akan maju dan mencapai kejayaan.
Sekian uraian kami, kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
Read more

0 MENYAMBUT KEDATANGAN HAJI

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَمَرَنَا بِحَجِّ بَيْتِهِ الْحَرَامِ، وَجَعَلَهُ رُكْنًا مِنْ أَرْكَاِن اْلإِسْلاَمِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ اْلأَنَامِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ فَارَا عَالِمْ وَالْعُلَمَاءِ.. Para bapak, para ibu hadirin sekalian yang berbahagia!
Pada kesempatan ini marilah kita panjatkan rasa puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan beberapa rahmat taufik serta hidayahnya sehigga pada kesempatan ini kita bisa berkumpul disini majelis demi untuk menyambut kedatangan para jamaah haji saudara-saudara kita sekabupaten Tuban. Kami ikut merasa gembira dan bangga hati karena saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji telah hadir ditanah air kembali dan dapat melaksanakan beberapa syarat-syarat dan rukkunnya, marilah kita do’akan mudah-mudahan bisa menjadi haji yang mabrur dan semoga kita yang belum dapat melaksanakan ibadah haji, selalu diberi keluasan rizki oleh Allah sehingga pada tahun yang akan datang kita segera dapat menunaikan ibadah haji. Amin... Ya Robbal Alamin.
Para bapak, ibu sekalian yang berbahagia!
Haji yang mambrur itu tidak ada balasan lain kecuali surga. Hal ini dijelaskan oleh nabi dalam suatu hadits:
اَلْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ. (رواه أحمد)
Artinya:
Haji yang mabrur itu tidak ada balasan lain kecuali surga (H.R. Ahmad)
Para hadirin yang berbahagia!
Dengan adanya hadits nabi tersebut maka sangat agunglah pahala bagi orang yang sudah melaksanakan haji, oleh karena itu apabila kita sudah diberi keluasan rizki oleh Allah hendaknya segera kita laksanakan perintah Allah tersebut dan janganlah kita punya anggapan kalau apabila nanti dibuat menunaikan ibadah haji harta kita akan habis atau mengurangi kekayaan itu termasuk perbuatan kufur, karena haji itu diperintahkan oleh Allah bagi orang-orang yang mampu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 67:
وَِللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتَ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. (ال عمران:67)
Artinya:
Orang-orang yang sudah mampu (menetapi syarat-syarat dan rukunnya) diwajibkan oleh Allah menunaikan ibadah haji dan barang siapa berbuat kufur (tidak percaya kepada Allah dan ingkar akan kewajibannya haji) maka sesungguhnya Allah itu maha kaya dari orang semesta alam. (Q.S. Ali Imron: 67)
Para hadirin yang berbahagia!
Disamping itu ibadah haji yang mabrur termasuk salah satu amal yang lebih utama setelah iman dan jihat fisabilillah. Rosulullah SAW pada suatu saat pernah ditanya:
ياَرَسُوْلُ اللهِ أَيُّ اْلأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: اَلْإِيْمَانُ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ. قِيْلَ ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: جِهَادٌ فِى سَبِيْلِ اللهِ. قِيْلَ ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: اَلْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ. (رواه أبو هريرة)
Artinya:
Wahai Rosulullah! Amal apakah yang lebih utama? Beliau menjawab: iman kepada Allah dan RosulNya. Lalu ditanya, kemudian apa? Beliau menjawab: jihad fisabilillah. Lalu ditanya, kemudian apalagi? Beliau menjawab: haji yang mambrur. (H.R. Abu Hurairah)
Para hadirin yang berbahagia!
Adapun sebagian ciri-ciri haji yang mabrur yaitu apabila orang sudah melaksanakan haji maka ia menambah amal-amalnya yang bagus serta zuhud dunia atau menjauhi dari mencintai harta dunia mementingkan urusan akhirat.
Sedangkan ciri-ciri haji yang mardud yaitu apabila orang setelah haji malah mengurangi amal sholehnya dan sangat rakusnya dengan urusan dunia.
Para hadirin, demikianlah sekedar uraian tentang ibadah haji yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
Read more

0 PEMBERANGKATAN JENAZAH

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلاً، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْخَلْقِ عَمَلاً، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلاَةً وَسَلاَمًا جَزِيْلاً. أَمَّا بَعْدُ: إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Para bapak, para ibu, hadirin sekalian yang kami hormati!
Kami berdiri disini mewakili bpak H. Yasin sekeluarga menerima musibah dari Allah yaitu wafatnya ayahnya yang bernama mbah Sholeh. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para hadirin sekalian yang berbela sungkawa ikut memandikan, mengkafani dan mensholati jenazah dan lainnya.  Dan kami disini tidak dapat membalas dengan sesuatu apapun atas kebaikan budi para bapak dan hadirin sekalian, hanya saja kami dapat mendo’akan:
جَزَاكُمُ اللهُ اَحْسَنَ الْجَزَاءِ.
Semoga Allah SWT yang membalas budi baik para hadirin sekalian dengan kebaikan balasan yang melimpah. Amin.
Para bapak, ibu hadirin sekalian!
Selanjutnya mari kita do’akan semoga arwah almarhum mbah Sholeh diterima disisi Allah, diterima semua amal baiknya dan diampuni semua dosanya dan dilapangkan alam kuburnya. Amin. Dan semoga anak cucu serta semua keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan dan kesabaran oleh Allah sehingga dapat meneruskan cita-cita dan perjuangannya.
Para hadirin yang berbahagia!
Perlu kami sampaikan bahwa selama mbah Sholeh masih hidup nampaknya mbah Sholeh ini termasuk orang berbudi baik, tidak pernah membikin resah terhadap keluarga dan tetangga kanan kirinya namun disini masih perlu kami ikrarkan para hadirin sekalian, bahwa jenazah mbah Sholeh ini termasuk jenazah yang baik apa baik? Baik apa jelek? Sekali lagi baik apa jelek? Terima kasih
اَنْتُمْ شُهَدَاءُ عَلَى اللهُ فِى اْلأَرْضِ.
Para hadirin sekalian, yang terakhir barangkali mbah Sholeh ini punya hubungan haq adam kepada hadirin sekalian, misalnya hutang piutang atau janji-jani yang lain kami minta untuk dihalalkan tapi seandainya haq itu berat untuk dihalalkan kami mohon untuk bermusyawarah dengankeluarga atau para ahli waris, agar keberadaan mbah Sholeh didalam kubur tidak menanggung beban yang berat.
Kiranya sekianlah dari kami, kurang lebihnya kami mohon maaf. Dan mari jenazah kita berangkatkan dengan membaca kalimah Toyyibah, sekian.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ. لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ. لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Read more

0 WALIMATUL ARS

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى جَعَلَ النِّكَاحَ مِنْ اَحَدِ سُنَنِ الْمُؤَكَّدَاتِ، لِأَنَّ بِهِ سَبَبًا لِوُجُوْدِ الذُّرِّيَّاتِ، وَجَعَلَ أَوْلَمَهُ مِنْ اَفْضَلِ الْعِبَادَاتِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نِالْمُؤَيَّدِ بِاْلَمُعْجِزَاتِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوا لِلصَّالِحَاتِ. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ para Ulamaul Alimin. Para bapak kyai yang kami mulyakan. Para tamu undangan walimatul ars yang kami hormati. Para hadirin sekalian yang kami hormati.
Berbicara tentang walimah ini sudah tidak terpandang asing lagi dikalangan umat Islam. Apalagi masa sekarang ini mengadakan walimah sudah membudaya dan mentradisi dikalangan masyarakat, bahkan setiap orang yang punya hajat seakan-akan tidak ketinggalan mengadakan walimah.
Pada asal mulanya mengadakan walimah itu memang anjuran dari Rosulullah SAW. Pada suatu saat sahabat Abdurrahman bin Auf itu menceritakan kepada Rosulullah SAW bahwa dirinya baru saja melaksanakan nikah dengan mahar atau mas kawin berupa emas seberat biji kurma, lalu beliau dido’akan barokah oleh Rosulullah SAW dan dianjurkan mengadakan walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing.
Rosulullah SAW sendiri juga pernah mengadakan walimah pada pernikahannya sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa mengadakan walimah itu hukumnya sunnah, karena mengikuti ajaran Rosulullah SAW.
Para hadirin yang berbahagia!
Adapun walimah itu bentuknya bermacam-macam, ada kalanya walimatul ars atau walimah manten, adakalanya walimah sunatan atau walimah khitan, adakalanya juga walimah kelahiran dan lain sebagainya. Namun diantara sekian banyak walimah-walimah itu yang diwajibkan didatangi adalah walimah manten, sedangkan walimah selain manten itu mendatangi hukumnya sunnat sepanjang dalam forum atau majelis walimah itu tidak ada udzur sara’ yang mencegah untuk hadir.
Para hadirin yang berbahagia!
Lalu mengapa kok hukumnya mendatangi walimah itu berbeda-beda? Kalau walimah manten itu mendatangi hukumnya wajib, sedangkan walimah selain manten hukumnya sunnat. Dalam hal ini menurut ulama’ ada yang menjelaskan kalau mendatangi wlimah manten itu hukumnya wajib karena dalam majelis terrsebut semua orang merasa gembira dan senang, tiada seorangpun yang merasa gelisah atau sakit. Termasuk orang yang menjadi kemanten merasa senang, yang diundang juga merasa senang, yang mengundang merasa senang, maka mendatangi hukumnya wajib.
Begitu juga dengan walimah kelahihran bayi, mendatangi juga tidak wajib, karena pada majelis tersebut yang diundang senang, yang mengundang senang, namun ibu yang melahirkan merasakan sakit. Maka mendatangi walimahnya tidak wajib.
Para hadirin yang berbahagi!
Pada saat ini kita menghadiri walimah manten atau pernikahan, maka yang kami bicarakan disini adalah tentang nikah.
Kata nikah bersal dari bahasa arab yang terdiri dari tiga huruf diantaranya yaitu huruf nun, kaf dan ha’. Ketiga huruf tersebut mempunyai arti sendiri-sendiri.
Yang pertama, huruf NUN, singkatan dari kata Nikmat. Jadi orang yang sedang melaksanakan nikah itu tentu merasa nikmat waktu malam nikmat, waktu siang nikmat dan waktu apapun nikmat.
Yang kedua, huruf KAF, itu singkatan dari kata Karomah (keramat). Jadi orang yang sudah nikah itu keramat. Artinya mulya. Buktinya, kedua mempelai yang kita walimahi saat sekarang ini paling mulya. Duduknya saja diatas dan dihiasi dengan perhiasan yang paling indah. Bagaikan raja dan permaisuri. Iya buka???!
Yang ketiga, huruf HA’, artinya Hikmah. Jadi setiap orang yang sudah melaksanakan nikah ini hikmahnya banyak. Diantaranya sebab nikah itu hikmahnya saudaranya menjadi bertambah banyak dan lagi menambah ketenangan hidup. Biasanya kalau masih bujang kalau berjalan matanya melirik-lirik, kalau dikamar sendirian banyak melamun, apalagi kalau musim hujan, udara dingin, kademen. Hikmah yang lain, kalau ada masalah, ada yang diajak musyawarah. Dan ada yang diajak gotong royong. Lebih dari itu, hikmahnya nikah demi untuk mewujudkan keturunan, menciptakaan kader-kader muslim agar dapat melestarikan kejayaan agama dan bangsa di masa yang akan datang.
Maka dari itu Rosulullah SAW menganjurkan pada generasi muda yang sudh mampu mencari mas kawin agar melaksanakan nikah. Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim:
يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. (متفق عليه)
Artinya:
Wahai generasi muda, barang siapa diantara kamu sudah mempunyai biaya nikah, maka nikahlah. Karena nikah itu dapat menenangkan pandangan mata dan menjaga farji. Dan barang siapa belum mampu, maka berpuasalah karena dengan puasa itu mengekang syahwat. (H.R. Bukhori Muslim)
Para hadiri yang berbahagia!
Ada tiga N dan tiga A yang harus dijadikan pedoman bagi suami istri, yaitu Nyandang, Nyanding dan Nyandung. Nyandang maksudnya, suami wajib membelajani istri, baik sandang maupun pangan. Nyanding maksudnya suatu pedoman yang harus dilaksanakan yakni suami dan istri harus punya rasa kasih sayang agar rumah tangga selalu damai. Nyandung maksudnya suami harus punya kebijaksanaan mau menegur dan mendidik serta membenarkan sang istri kalau istri berbuat salah.
Kalau tiga A, yaitu: Asah, Adih dan Asuh. Maksudnya Asah, suami harus menganjurkan sang istri untuk hidup bergaul di masyarakat dengan tetangganya kanan dan kiri, sehingga tidak kelihatan asing terbeku dirumah.
Asih artinya suami harus punya rasa kasih sayang seakan-akan tidak ada wanita yang lebih cantik daripada istrinya. Dan bagi istri tidak ada orang lain yang lebih ganteng daripada suaminya.
Asuh artinya suami harus bisa mendidik kepada sang istri pada pendidikan agama, ibadah, meramut anak-anak, dan lain sebagainya.
Para hadirin yang berbahagia!
Rupanya hadirin sekalian sudah terlalu payah dan sudah lama duduknya di kursi, maka sangat kurang tepatlah kami memperpanjang bicara. Maka kami cukupi sekian, kurang lebihnya kami mohon maaf.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
Read more

0 PENERIMAAN PENGANTIN

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَحَلَّ النِّكَاحَ وَحَرَّمَ السِّفَاحَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَهْلِ الصِّدْقِ وَالصَّلاَحِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ لِنَيْلِ السَّعَادَةِ وَالنَّجَاحِ. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ para Ulamaul Alimin. Para tamu undangan walimatul ars yang kami hormati. Para tamu pengantar pengantin putra yang kami hormati. Hadirin sekalian yang berbahagia.
Sebelumnya kami menyampaikan apa yang terkandung dalam hati kami, terlebih dahulu kami panjatkan rasa syukur dan puji kehadirat Allah Yang Maha Suci, yang mana pada saat ini kita ditakdirkan untuk bertemu disini majelias tetap dalam keadaan wajah yang berseri-seri.
Yang kedua kalinya semoga sholawat serta salam bahagia Allah SWT selalu terlimpahkan kepad junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta para ahli keluarga dan para sahabat. Amin!
Para bapak, para ibu sekalian yang berbahagia. Disini kami atas nama wakil bapak Shohibul hajah, yaitu bapak H. Sholeh sekeluarga pertama kami uzapkan:
مَرْحَبًا اَهْلاً وَسَهْلاً
Selamat datang, selamat bertemu kepada para hadirin sekalian, baik yang dari undangan walimatul ars maupun dari pengantar pengantin putra dari desa tanjungrejo kecamatan singgahan yang telah hadir disini majelis dalam keadaan selamat. Semoga atas kehadirannya para hadirin sekalian dicatat oleh Allah sebagai amal sholeh. Amin. Dan atas kehadirannya kami haturkan terima kasih.
Marilah hidangan yang kami suguhkan dihadapan para hadirin sekalian kita nikmati bersama dengan bacaan basmalah. Memang semenjak beberapa hari yang lalu kami sudah cicil-cicil atau sudah kami usahakan untuk memberi hidangan pada para hadirin sekalian dengan semewah-mewahnya. Namun, apalah kenyataan yang ada, takdir Allah SWT hanya sedemikian inilah yang dapat kami terima. Oleh karena itu marilah kita nikmati seadanya saja.
Atas segala kekurangan kami, baik mengenai tempat duduk atau hidangan, tingkah laku para juru laden yang kurang memuaskan hati para hadirin sekalian, kami sekeluarga mohon maaf lahir batin yang sebesar-besarnya.
Dan ketiga kalinya, tadi wwakil rombongan pengantar pengantin putra sudah menyerahkan penuh pengantin putra kepada kami, maka disini kami sebagai wakil orang tua pengantin putri langsung saja dengan perasaan gembira hati dan bangga dengan ucapan Alhamdulillah pengantin putra yang bernama Moh. Slamet ini, langsung kami terima dan kami anggap sebagai anak kami sendiri. Untuk itu kami mohon do’a restu kepada para hadirin sekalian mudah-mudahan kami sekeluarga bisa ngemong atau mendidik putra-putri kami dengan baik sesuai dengan syari’at ajaran agama Islam.
Yang keempat kalinya, kalau acara ini nanti sudah usai atau selesai maka para hadirin sekalian terutama para rombongan pengantar pengantin putra juga pamit dan terus pulang, namun kalau ada yang tidak menginginkan segera pulang dan masih mau jagong disini, kamipun lebih merasa senang, tapi kalau tidak ada yang menginginkan jagongan dan semuanya terus ingin pulang kamipun juga merestui dan kami tidak bisa memberi sangu apapun melainkan hanya bisa mendo’akan semoga perjalananpara hadirin sekalian mulai dari sini sampai tiba dirumah masing-masing selalu diberi keselamatan tiada sesuatu halangan apapun. Amin!
Dan yang terkahir kami mohon berkah do’a restu semoga mempelai berdua ini bisa menyusun hidup rumah tangga yang rukun, damai, penuh dengan berkah dan bahagia sejahtera didunia dan diakhirat, Amin Ya Robbal Alamin.
Para bapak, ibu sekalian!
Kiranya sekian yang dapat kami sampaikan, kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© K4ng Thowil | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger
back to top