Featured

SELAMAT DATANG DI BLOG YANG SEDERHANA INI.

0 PENYERAHAN KEMANTIN

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى مُدَوِّرِ اْلأَوْقَاتِ وَاْلأَيَّامِ، وَأَوْجَبَ عَلَيْنَا بِالصَّلاَةِ وَالصِّيَامِ، وَأَمَرَنَا بِاْلإِتِّحَادِ وَصِلَةِ اْلأَرْحَامِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ شَافِعِ اْلأَنَامِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ para Ulamaul Alimin. Para bapak Kiyai yang kami mulyakan. Para bapak, ibu, hadirin sekalian yang kami hormati.
Pada awal kali ini marilah dalam pertemuan ini kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT dengan ucapan Alhamdulillahi Robbil Alamin. Yang mana pada saat ini sekalian telah ditakdirkan oleh Allah SWT untuk bertemu disini majelis tetap dalam keadaan wajah yang berseri-seri.
Yang kedua kalinya semoga rahmat dan salam Allah SWT senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad beserta ahli keluarga dan para sahabatnya. Amin!
Para bapak, ibu, serta hadirin sekalian yang kami hormati!
Disini atas nama wakil rombongan pengantar pengantin putra, sekaligus mewakili orang tua atau keluarga pengantin putra dasi desa tanjungrejo kecamatan singgahan, perlu menyampaikan beberapa kata khususnya kepada wali atau orang tua pengantin putri dan umumnya kepada hadirin sekalian. Pertama, bahwa kedatangan kami serombongan mulai dari desa tanjungrejo ke desa singgahan ini alhamdulillah diberi keselamatan tidak ada suatu halangan apapun.
Yang kedua, kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada orang tua pengantin putri sekeluarga karena kedatangan kami serombongan disambut dengan gembira dan ramah tamah serta disediakan tempat duduk dan beberapa hidangan yang sangat memuaskan hati kami. Disini hal itu semua kami tidak bisa membalas dengan sesuatu apapun melainkan hanya mendo’akan:
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرَ الْجَزَاءِ.
Artinya:
Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan bapak Shohibul Bait dengan kebaikan balasan yang berlimpah-limpah. Amin!
Yang ketiga kalinya, sebagai wakil dari kedua orang tua pengantin putra, yaitu bapak Bejo dan bu Marem yang semenjak dari rumah tadi sudah memberi amanat kepada kami agar nanti kami yang menyerahkan putranya yang bernama Moh. Slamet, dan karena tadi saudara Slamet sudah dijalin akad nikah dengan mbak Hindun secara resmi, maka dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohim saudara Moh. Slamet kami pasrahkan kepada orang tua pengantin putri sekeluarga. Kami pasrah bongkoan, dan kami mohon kepada bapak Shohibul Bait agar Moh. Slamet ini dianggap dan diakui sebagai anaknya sendiri.
Ankami mohon do’a restu kepada bapak-bapak dan hadirin sekalian mudahan-mudahan kedua mempelai ini diberi barokah oleh Allah SWT , barokah umurnya, barokah rizkinya dan barokah anak keturunannya, serta barokah ilmunya. Amin!
Yang keempat kalinya, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak Shohibul Bait sekeluarga karena kami serombongan selalu membikin repot pada bapak Shohibul Bait. Serta mengenai kekurangan-kekurangan dan kekhilafan kami serombongan baik mengenai apapun saja, sekali lagi kamo mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Para bapak, ibu sekalian yang berbahagia!
Dan yang terakhir kalinya bahwa seusainya acara ini nanti kamipun serombongan juga terus pulang, maka dari itu kami mohon pamit juga dan mohon do’a restu kepad bapak Shohibl Bait sekeluarga mudah-mudahan perjalanan kami mulai dari dalem sini hingga sampai rumahnya msing-masing semoga perjalanan kami serombongan diberi aman selamat tiada suatu halangan apapun. Amin, Ya Robbal Alamin.
Para bapak, ibu sekalian!
Kiranya sekian sambutan kami, ada kurang lebihnya kami mohon yang sebesar-besarnya.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
Read more

0 WALIMATUL KHITAN

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نِالنَّبِيِّ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَى. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ para Ulamaul Alimin. Khususnya Para bapak Kiyai yang kami mulyakan, sahabat-sahabat dan hadirin sekalian yang kami hormati.
Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita bisa bertemu, berpadu dan bersatu disini majelis dalam rangka menghadiri walimatul khitan, yaitu khitannya bapak H. Muhsin yang bernama saudara Usman. Dan marilah kita do’akan mudah-mudahan adik Usman yang baru dikhitankan ini segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT sehingga segera dapat melaksanakan tugas-tugas atau kegiatan sehari-harinya, seperti mengaji, belajar, sekolah dan lain sebagainya. Dengan harapan kelak dapat menjadi anak yang sholeh berguna bagi nusa dan bangsa. Amiin!
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا. الأية

Artinya:
Dan kami wahyukan kepadamu (Muhammad), ikutilah agama Nabi Muhammad.
Para hadirin sekalian!
Disamping hikmah dari pada khitan yang paling pokok yaitu untuk menghilangkan sisa-sisa najis atau kotoran yang melekat di pucuk dzakar atau penis, tanpa dikhitan najis-najis tidak dapat dihilangkan.
Maka dari itu dapat kita simpulkjan bahwa khitan itu hukumnya wajib. Didalam kita b ushul fiqih dijelaskan:
كُلُّ مَايُتَوَصَّلُ بِهِ اِلَى الْوَاجِبِ فَهُوَ وَاجِبٌ.
Artinya:
Semua perkara yang dibuat lantaran untuk melaksanakan perkara wajib, maka hukumnya pun wajib.
Para hadirin yang berbahagia!
Masih banyak lagi hikmah-hikmahnya khitan yang perlu dijelaskan secara logis. Sebagian saja diantaranya:
1.    Pertama, khitan itu menyebabkan orang menjadi berjiwa pemberani (kendel, bhs. Jawa). Buktinya orang-orang dahulu pada waktu Indonesia ini masih dijajah Belanda dan Jepang, orang-orang yang berani melawan dan mengusir para penjajah tidak lain adalah orang-orang yang sudah sunat (khitan). Sementara itu yang belum khitan semua belum berani.
2.    yang kedua, khitan itu menimbulkan kesehatan, menjauhkan penyakit karena najis dan kotoran yang ada pada pucuk dzakar itu apabila tidak dikhitan bisa menimbulkan penyakit.
3.    yang ketiga, khitan itu agar payu rabi (bhs. Jawa), karena gadis-gadis atau perawan-perawan itu kalau akan dinikah oleh orang yang belum khitan tentu tidak mau, malah-malah perawan itu mengejek “ wong suat ae durung kok arep rabi to le....le.... emoh aku”.
4.    yang keempat, khitan itu bisa menyebabkan ketinggian derajat seseorang. Buktinya, para tokoh kita, para bapak kyai dan para pejabat kita semua bisa mempunyai derajat yang tinggi lantaran mereka semua sudah sunat atau khitan. Tanpa khitan tidak mungkin mereka jadi pak kyai.
5.    yang kelima, khitan itu bisa menambah nikmatnya hubungan seksual. Seperti halnya maka pisang yang sudah dikupas kulitnya dan sebelum dikupas kulitnya, tentu lebih enak yang sudah dikupas kulitnya.
Para hadirin sekalian!
Demikianlah sekedar uraian tentang khitan yang dapat kami sampaikan, semoga ada manfaatnya. Dan sekali lagi marilah kita berdo’a semoga adik Usman yang baru dikhitan ini segera sembuh dan semoga keelak bisa menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, taat kepada Rosulullah SAW dan taat kepada kedua orang tuanya dan bisa berguna bagi agama, bangsa dan negara. Amin..!
Sekian kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
Read more

0 WALIMATUL MAULID (AQIQOH)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى خَلَقَ الْمَاءِ بَشَرًا، فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا، وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْوَرَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلاَةً وَسَلاَمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ para Ulamaul Alimin. Para bapak kyai yang kami mulyakan, para sahabat-sahabat sekalian dan hadirin sekalian yang kami hormati!
Pada kesempatan ini marilah terlebih dahulu kita panjatkan rasa puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat kepada kita sekalian sehingga pada kesempatan ini kita sekalian dapat menghadiri undangan (Bpk. H. Umar, misalnya) sekeluarga. Yang mana pada saat ini bapak H. Umar melahirkan rasa syukur kehadirat Allah SWT karena telah mendapatkan anugerah, yaitu dilahirkannya putra yang pertama dalam keadaan selamat, yang mana saat ini diperingati kelimaharinya atau istilah jawanya sepasaran bayi.
Para hadirin sekalian!
Tidak lain kehadiran kita pada saat ini, bapak H. Umar minta berkah do’a restu kepada kita sekalian, mudah-mudahan putra bapak H. Umar yang diperingati kelahirannya pada saat ini kelak bisa menjadi anak yang sholeh, yang selalu taat kepada Allah SWT dan RosulNya, serta taat kepada kedua orang tuanya. Dan semoga juga menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Amin, Ya Robbal Alamin.
Para hadirin sekalian yang kami hormati!
Adapun mengenai pemberian nama pada saat ini putra bapak H. Umar diberi nama Ahmad Zainuddin.
Memang para hadirin sekalian, menurut ajaran Rosulullah SAW sebagai orang tua ini berhak memberi nama kepada putra-putrinya dengan nama yang baik. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud yang berbunyi:
حَقَّ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ أَنْ يُحْسِنَ اِسْمَهُ وَأَدَبَهُ وَأَنْ لاَيَرْزُقَهُ إلاَّ طَيِّبًا وَأَنْ يُعَلِّمَهُ السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَأَنْ يُزَوِّجَهُ إِذَا أَدْرَكَ. (رواه ابو داود)

Artinya:
Hak orang tua terhadap anaknya yaitu diantaranya memberi nama yang baik dan mendidik adabnya dan tidak memberi rizqi kecuali yang halal dan mengajarkan berenang dan memanah (olahraga) dan menikahkan bila sudah saatnya. (H.R. Abu Daud)
Para haddirin sekalian!
Sesuai dengan adanya hadits nabi tersebut, memang anak itu sebagai amanat Allah SWT yang dibebankan kepada orang tuanya. Maka dari itu kita sebagai orang tua kita harus berhati-hati dalam mengemban amanat Allah SWT jangan sampai putra-putri kita, kita biarkan terlantar tidak pernah kita urus pendidikannya, rizkinya, maupun ibadahnya. Apalagi kalau anak itu hampir menginjak massa aqil baligh, kita harus lebih ketat dalam mengawasi, terutama dibidang ibadahnya atau sholatnya, karena pada usia menjelang baligh itu anak-anak mudah dipengaruhi, pikirannya mulai melonjak, nafsunya menggebu-gebu, maka kalau kita kurang waspada putra-putri kita bisa terjerumus kearah yang negatif yang tidak kita inginkan.
Para hadirin sekalian!
Untuk lebih mudahnya dalam menyelamatkan putra-putri kita agar tidak mudah terpengaruh pada kebudayaan-kebudayaan yang dapat merusak mental para generasi kita.
Hendaknya putra-putri kita ini selalu dididik dengan ajaran ilmu agama. Misalnya disekolahkan di madrsah atau di pondok pesantren agar bisa mengetahui hukum-hukum serta ajaran-ajaran yang halal dan yang haram. Bisa membedakan itu perintah dan itu larangan.
Insya Allah dengan cara demikian putra-putri kita bisa menjadi putra-putri yang sholeh dan sholihah sesuai dengan harapan dan cita-cita kita. Amiiin!
Para hadirin! Sekian uraian kami, kurang lebihnya kami mohon maaf.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
Read more

0 HALAL BIHALAL

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى مُدَوِّرِ اْلأَوْقَاتِ وَاْلأَيَّامِ، وَأَوْجَبَ عَلَيْنَا بِالصَّلاَةِ وَالصِّيَامِ، وَأَمَرَنَا بِاْلإِتِّحَادِ وَصِلَةِ اْلأَرْحَامِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ شَافِعِ اْلأَنَامِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ para Ulamaul Alimin. Para bapak Kiyai yang kami mulyakan. Para bapak, ibu, hadirin sekalian yang kami hormati.
Alhamdulillah pada saat ini kita sekalian telah bisa menemui bulan syawal kembali. Dimana pada bulan sebelumnya, yakni bulan Romadhon kita telah digembleng dengan menjalankan puasa sebulan penuh, juga memperbanyak ibadah-ibadah yang lain, seperti sholat tarwih, tadarus Al-Qur’an dan lain sebagainya. Sehingga pada akhirnya kita tutup dengan zakat fitrah. Mudah-mudahan semua amalan kita pada bulan Romadhon tersebut selalu diterima disisi Allah SWT yang akhirnyabisa memberkahi pada kita semua. Sehingga bisa membuahkan amal-amalan yang baik pada bulan-baulan berikutnya.
Dikarenakan tujuan dari puasa Romadhon itu bukannya agar kita menjadi lapar dan dahaga pada siang hari penuh, akan tetapi hikmah yang terpenting dari menjalankan puasa itu adalah agar kita terhindar dari kerusakan moril maupun materiil, terhindar dari segala macam kejahatan dan kemunkaran, disamping itu pula dengan menjalankan puasa kita bisa merasakan betapa sedih gelisahnya para fakir miskin yang setiap harinya ditimpa kekurangan makan dan minum, serta kelemahan tenaga, yang akhirnya timbullah rasa belas kasihan kita kepada para fakir miskin tersebut dan kitapun akan selalu membantu dan menolongnya.
Para hadirin yang berbahagia!
Seandainya kita mengenal puasa, kita hanya diperbudak oleh kemauan perut dan hawa nafsu yang dapat menjerumuskan kita pada jurang kehidupan yang nista dan boros.
Jadi janganlah kita selalu hidup menjadi Abdul Butun (hamba perut) yang sangat menuruti dan memuja kemauan perut, sehingga apabila kita turuti terus menerus pastilah seluruh hidup kita ini akan habis karena makan dan minum sepenuhnya tanpa ukur dengan kemampuan kita sendiri, melampaui batas yang ada.
Padahal Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an, surat Al-A’rof, ayat 31.
ûÓÍ_t6»tƒ tPyŠ#uä (#rä‹è{ ö/ä3tGt^ƒÎ— y‰ZÏã Èe@ä. 7‰Éfó¡tB (#qè=à2ur (#qç/uŽõ°$#ur Ÿwur (#þqèùÎŽô£è@ 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw =Ïtä† tûüÏùÎŽô£ßJø9$#
Artinya:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid[534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S. Al-A’rof:31)
Para hadirin yang berbahagia!
Kini tibalah saatnya bulan Syawal, bulan yang penuh dirayakan oleh seluruh umat Islam, karena pada bulan inilah tempat meluapkan kegembiraan yang penuh harapan untuk menuju kearah hidup baru yang lebih maju dan lebih baik daripada hari-hari kemarin. Marilah pada kesempatan bulan Syawal ini kita gunakan bersilaturahmi, mempererat hubungan persaudaraan antara keluarga, famili, teman-teman dan saudara kita seagama dan seperjuangan.
Mungkin bisa terjadi pada hari-hari yang lalu, bulan-bulan yang lalu, kita lakukan kesalahan-kesalahan atau kekhilafan, melakukan hal-hal yang menyakitkan hati orang lain, timbul rasa iri hati, dengki, dendam atau marah dan lain sebagainya. Maka pada saat sekarang ini kita hilangkan semuanya dengan berjabat tangan.
Kita isi kesempatan bulan Syawal ini dengan halal bihalal saling memafkan lahir dan batin. Marilah kita datangi sanak famili untuk bersilaturahmi agar dalam umur kita selalu mendapat berkah dari Allah SWT.
Sesuai dengan apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَبْسُطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيَنْشَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. (رواه مسلم)
Artinya:
Barang siapa yang ingin diluaskan rizqinya dan dipanjangkan (diberkahi) dalam umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahmi (menyambung tali kekeluargaan). (H.R. Muslim)
Para hadirin yang berbahagia!
Kira tidak banyaklah yang dapat kami sampaikan dalam acara halal bihalal ini dan tidak lupa kami pribadi mengucapkan:
مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ اَجْمَعِيْنَ.
Selamat hari raya, selamat berbulan Syawal atas segala kesalahan kami, kami mohon maaf lahir dan batin.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Read more

0 PERINGATAN NUZULUL QUR’AN

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَنْزَلَ الْقُرْآنَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ، وَجَعَلَهُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نِالْمَبْعُوْثِ عَلَى كَافَّةِ اْلإِنْسِ وَالْجَانِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلاَةً وَسَلاَمًا دَائِمَيْنِ عَلَى مَمَرِّ الدُّهُوْرِ وَاْلأَزْمَانِ. أَمَّا بَعْدُ.
حَضْرَةَ الْمُكَرَّمِيْنَ para Ulamaul Alimin. Para bapak, para ibu, hadirin sekalian yang berbahagia.
Berbicara tentang Nuzulul Qur’an ini sudah tidak terpandang asing dikalangan umat Islam karena peringatan Nuzulul Qur’an ini merupakan peringatan terjadinya peristiwa yang bersejarah dan patut dikenang oleh umat Islam.
Tentang hal ini Allah SWT menjelaskan dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqoroh ayat 185:
ãöky­ tb$ŸÒtBu‘ ü“Ï%©!$# tAÌ“Ré& ÏmŠÏù ãb#uäöà)ø9$# ”W‰èd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3“y‰ßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#ur
Artinya:
(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Q.S. Al-Baqoroh: 185)
Para hadirin yang berbahagia!
Dari penjelasan ayat tersebut sudah jelas bahwa di dalam bulan romadhonlah Al-Qur’an diturunkan. Sedangkan sejarah tentang diturunkannya al-Qur’an ini ada dua masa. Yang pertama Al-Qur’an itu diturunkan oleh Allah SWT dari Lauh Mahfudh ke langi pertama pada suatu malam yang dirahasiakan, yang disebut Lailatul Qodar.
Masa yang kedua, mula pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Romadhon. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Qodar, ayat 1-3:
!$¯RÎ) çm»oYø9t“Rr& ’Îû Ï's#ø‹s9 Í‘ô‰s)ø9$# ÇÊÈ !$tBur y71u‘÷Šr& $tB ä's#ø‹s9 Í‘ô‰s)ø9$# ÇËÈ ä's#ø‹s9 Í‘ô‰s)ø9$# ׎öy{ ô`ÏiB É#ø9r& 9öky­ ÇÌÈ
Artinya:
Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (Q.S. Al-Qodar: 1-3).
Para hadirin yang berbahagia!
Oleh karena itu marilah kita tingkatkan ibadah kita pada bulan Romadhon ini, karena yang dimaksud dengan satu malam lebih dari seribu bulan yaitu amal ibadah yang dikerjakan satu mala itu lebih baik dan lebih besar nilai pahalanya daripada mengerjakan seribu bulan diselain bulan Romadhon. Namun satu malam itu tidak ditentukan oleh Allah SWTatau sangat dirahasiakan kapan terjadinya, yang penting kita harus yakin bahwa bulan Romadhon itu adalah bulan yang penuh berkah, penuh pahala dan penuh ampunan. Sedangkan puncak semula hal itu terjadi pada satu malam, yaitu malam Lailatul Qodar.
Para hadirin yang berbahagia!
Banyak hadits yang menyinggung tentang utamanya mencari Lailatul Qodar atau menepati Lailatul Qodar, diantaranya yaitu pada sepuluh hari yang akhir pada bulan Romdhon, seperti hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ. (رواه البخارى)
Artinya:
Carilah dengan sungguh-sungguh satu malam Lailatul Qodar pada malam-malam yang ganjil dari sepuluh hari yang akhir pada bulan Romadhon. (H.R. Bukhori)
Para hadirin yang berbahagia!
Oleh karena itu marilah kita bersungguh-sungguh dalam kita berupaya mengisi kegiatan di bulan Romadhon ini, sehingga kita benar-benar mendapat berkah dari Allah SWT dan agar setelah kita lepas dari ampuanan dari Allah SWT . Amin, Ya Robbal Alamin.
Sekian uraian dari kami, atas segala kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© K4ng Thowil | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger
back to top